Selasa, 19 Mei 2015

Tegaslah Presidenku

BY HMI Komisariat Fisipol UGM IN , , , No comments

Suryo Ilham Widodo 
                                            [Kader HMI Komisariat FISIPOL UGM 2014]
Tegaslah Presidenku

Indonesia adalah sebuah negara yang menganut sistem pemerintahan presidensial. Konsep negara presidensial ini memberikan kekuasaan yang besar kepada negara, khususnya kepala negara dalam kehidupan kenegaraan dan pemerintahan di Indonesia. Menjadi seorang presiden dalam sebuah negara dengan sistem presidensial tentu dituntut memiliki banyak keahlian, seorang presiden tidak hanya bisa menjadi seseorang yang paham dengan hukum, politik, ekonomi, dan budaya saja, tapi juga harus memiliki sifat dan sikap yang mumpuni untuk mengatur sebuah negara. 

Salah satu sifat penting itu adalah ketegasan. Ketegasan dalam memutuskan sesuatu, ketegasan dalam menghadapi suatu masalah, maupun ketegasan dalam menyikapi lobi-lobi politik. Bagaimana mungkin jika suatu permasalahan yang sederhana kemudian dibiarkan berlarut-larut dan berkepanjangan, kalau bisa diselesaikan seminggu cukup hanya seminggu tidak perlu sampai berminggu-minggu, karena masalah yang ada di negara Indonesia ini banyak dan kompleks terlebih di tengah keberagaman etnis dan suku yang jumlahnya mencapai ribuan. Ketegasan merupakan faktor utama dalam proses menjadi pemimpin yang baik dan disegani, tapi ketegasan tidak lantas kemudian asal dalam memutuskan suatu hal, sebelum memutuskan sesuatu harus dilakukan kajian yang matang serta dampak yang akan di timbulkan ke depannya. 

Dalam hal ini ketegasan perlu, tapi juga harus dibarengi dengan intelektualitas dan moralitas pemimpin. Sekarang ini banyak harga mengalami kenaikan, di sektor pangan beras mulai mengalami kenaikan, tiket kereta api, tarif listrik, gas elpiji juga ikutan naik, ditambah dengan proses hukum yang amburadul, rupiah yang lemah, dan pelemahan institusi negara dalam hal ini KPK membuat rakyat Indonesia kian gelisah. Ketegasan presiden dalam hal ini sangat dibutuhkan. Sejarah sudah menggambarkan, bahwa ketegasan pemimpin menjadi tolok ukur untuk menentukan suatu negara itu bisa bangkit atau bahkan hancur. 

Terlintas kemudian kawan pernah mengatakan jika sekawanan kambing dipimpin oleh seekor singa, maka sekawanan kambing itu akan tampil seperti singa juga; tapi jika sekawanan singa dipimpin oleh seekor kambing maka singa yang garang dan gagah pun akan mengembik. 

                                          *) Tulisan ini pernah dimuat di Poros Mahasiswa, KoranSindo, 8 April 2015



0 komentar:

Posting Komentar