Senin, 22 Oktober 2012
Kamis, 14 Juni 2012
Kepengurusan Periode 2012/2013
BY HMI Komisariat Fisipol UGM IN Kepengurusan
Kepengurusan Periode 2012/2013
Jumat, 18 November 2011
Sultan pertanyakan gerakan pendukung Pilkada
BY HMI Komisariat Fisipol UGM IN Politik No comments
Rabu, 16 November 2011
Opor Rasa Demokrasi
BY HMI Komisariat Fisipol UGM IN Santai No comments
Kejadiaannya bermula ketika anak-anak sekre HMI yang hampir semua jomblo berniat memasak opor ayam dan sambal ketang untuk disantap saat Idul Adha. Bahan-bahan memasak sudah disiapkan sejak sore hari. Berbekal resep yang entah dari mana asalnya dibantu google untuk memastikan validitas resepnya, kegiatan memasak pun dimulai.
Sumber : http://tgkattar.wordpress.com/2011/11/08/opor-rasa-demokrasi/
HMI merupakan Organisasi Perkaderan Terbaik
BY HMI Komisariat Fisipol UGM IN Alumni, Politik No comments
Perkaderan yang sistematis dimulai dari LK 1 (Basic Training), LK 2 (Intermediete training), LK 3 (Advance Training) menjadikan karakter kepemimpinan yang kuat pada kader-kader himpunan, perkaderan tersebut mampu membentuk kompleksitas kompetensi dalam diri kader HMI, selain bisa mengatur negara kader HMI juga mampu mengerjakan suatu hal yang prakPtis dan sekecil apapun, pembinaan anggota dari LK 1 yang notabene menjadi dasar perkaderan membentuk jiwa kemandirian dalam berbagai hal, penyelenggaraan kegiatan-kegiatan hampir semua dilaksanakan dengan pendanaan yang serba terbatas, dan kader HMI di tuntut untuk mampu berjuang menyukseskan kegiatan tersebut, LK 2 merupakan pertrainingan yang menitik beratkan pada aspek kepemimpinan, kader HMI yang sudah masuk dalam intermediet training memiliki kemampuan dalam mengelola sebuah organisasi, dan advance training LK 3 merupakan pertrainingan yang menitikberatkan pada segala aspek kehidupan (multi intelgence) sehingga kader yang sudah masuk dalam pertrainingan ini mampu mengelola , menjalankan, dan mengotimalkan sebuah organisasi.
Kader HMI saat ini telah menguasai berbagai lini kepemimpinan bangsa di negeri ini, sebagai contoh Semua calon Ketua Umum Partai Demokrat pernah menjadi aktivis organisasi ekstra kampus Himpunan Mahasiswa Islam (HMI). Selain Anas Urbaningrum yang memang pernah jadi Ketua Umum HMI, dua calon lainnya juga aktivis di HMI meski tak sampai pucuk pimpinan level nasional.
Andi Mallarangeng, misalnya, pernah menjadi Sekretaris Komisariat Fisipol HMI Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Sedangkan Marzuki Ali juga pernah menjadi anggota Komisariat HMI Jakarta Timur. Andi Mallarangeng kini Menteri Pemuda dan Olahraga, Marzuki Alie menjadi Ketua DPR, dan Anas Urbaningrum menjadi Ketua Fraksi Demokrat DPR.
Itu sebabnya, mantan Ketua Umum HMI Akbar Tandjung yang kini Ketua Dewan Pembina Partai Golkar menepis tudingan soal HMI atau korps alumni HMI berada di belakang Anas Urbaningrum.
"Tidak ada rencana maupun rekayasa politik atas pencalonan Anas Urbaningrum di Partai Demokrat. Apalagi ingin mempengaruhi dan mencampuri Partai Demokrat dalam memilih ketua umumnya," bantah Akbar Tanjung saat ditanya Kompas di Jakarta, Rabu (21/4/2010).
Akbar menganggap, majunya Anas adalah murni kapasitas Anas, kontribusinya di Partai Demokrat selama ini juga komitmen Anas yang ingin membangun Partai Demokrat menjadi partai modern.
Akbar menepis tudingan adanya dukungan dana dari dirinya dan mantan kader serta pengurus HMI/KAHMI lainnya untuk membantu Anas. Katanya, memang ada kesamaan dan ikatan emosional karena pernah bersama-sama di HMI, tetapi tidak ada dukungan seperti itu.
Soal dukungan terhadap Anas, Akbar menyatakan, dirinya juga mendukung seperti mendukung Andi Mallarangeng dan Marzuki Alie yang pernah sama-sama menjadi alumni HMI. "Wajar kalau saya mendukung Anas, Andi, dan Marzuki. Sebab, mereka sama-sama HMI juga," katanya.
Sumber: http://id.shvoong.com/writing-and-speaking/self-publishing/2180808-hmi-organisasi-terbaik-dalam-mencetak/
Anas Urbaningrum “Underdog” Sejak di HMI
BY HMI Komisariat Fisipol UGM IN Alumni, Artikel, Sejarah No comments
Selasa, 14 Juni 2011
Kepengurusan Periode 2011/20012
BY HMI Komisariat Fisipol UGM IN Kepengurusan
Rabu, 14 April 2010
perubahan jadwal agenda "diskusi mingguan" HMI komisariat fisipol. .
BY HMI Komisariat Fisipol UGM No comments
diberitahukan kepada kawan-kawan kader HMI Komisariat fisipol, untuk diskusi mingguan rabu tanggal 14 April 2010 ada perubahan jadwal. sehubungan dengan adanya ujian MID Semester. pemberitahuan perubahan jadwal akan di informasikan beberapa hari kedepan.
bagi yang bisa menyempatkan waktu, malam ini pukul 18.30 WIB kita akan berkunjung ke rumah kanda Heri Santoso dosen fakultas Filsafat. kumpul disekre HMI Komsat fisipol.
atas perhatian dan dukungan kawan-kawan kami ucapkan terimakasih. . . .
ttd
penggurus
Rabu, 07 April 2010
Diskusi : Reformasi Kepolisian
BY HMI Komisariat Fisipol UGM IN Diskusi, Reformasi Kepolisian No comments
Diskusi Mingguan, 07 April 2010
Tema : Reformasi Kepolisian
Pemateri : Niccolo Attar
Waktu : 19.00 WIB - selesai
Tempat : Sekretariat HMI Fisipol, Karanggayam
Reformasi bertujuan untuk mengubah citra polisi dari yang militeristik ke polisi sipil yang demokratik, professional, dan akuntabel dalam pelaksanaan tugasnya sehari-hari. Walaupun sudah berlangsung selama satu dekade, nampaknya reformasi yang berlangsung jauh panggang dari api. sampai saat ini dilapangan kita masih melihat represifitas ala militer yang masih sering dilakukan polisi terhadap teman2 aktivis yang berdemonstrasi, yang terbaru adalah kasus penggelapan pajak Gayus Tambunan yang turut melibatkan oknum polisi menunjukkan bahwa kepolisian belum mampu berlaku professional dan akuntabel.
Pada diskusi ini kita akan membahas apa saja agenda reformasi kepolisian? dan bagaimana perkembangannya hingga kini? Jika memungkinkan kita bisa merumuskan rencana aksi apa yang bisa HMI Sospol UGM lakukan untuk mengawal reformasi kepolisian?
Rabu, 10 Maret 2010
HMI beraksi di Mapoltabes Jogja
BY HMI Komisariat Fisipol UGM IN Aksi, Polisi No comments
Minggu, 07 Maret 2010 09:21:49
Dalam pernyataan pers-nya, HMI Cabang Jogja mengatakan, apapun alasannya polisi tidak dibenarkan melakukan penyerangan dan pemukulan terhadap masyarakat. Kewajiban polisi adalah mengayomi masyarakat. Sampai di depan Mapoltabes Jogja, puluhan polisi sudah siaga dengan menutup gerbang Mapoltabes, sehingga mahasiswa HMI tidak bisa masuk dan hanya berorasi di depan Mapoltabes.
Wahyu Minarno, Ketua Cabang HMI Jogja dalam pernyataannya mengatakan bahwa kejadian di Makassar sebenarnya adalah sebuah rekayasa politik untuk mengkriminalisasikan gerakan mahasiswa. Polisi telah dijadikan oleh rezim sebaga alat untuk menindas masyarakat.
“Seharusnya ada solusi yang bijak untuk meredam aksi-aksi teman-teman di Makassar yang terkenal keras, bukan dengan cara kekerasan,” imbuh Ichsan Ahmad Barokah, dari Komisariat HMI Fisipol UGM. Ia melanjutkan, HMI siap melakukan aksi yang lebih besar lagi jika tuntutan mereka tidak diindahkan.
Soal Century
Selain melakukan aksi solidaritas terhadap teman-teman mereka di Makassar, para demonstran pun menuntut pengalihan kasus Century dari mekanisme politik menuju mekanisme hukum, meminta KPK segera mengambilalih proses hukumnya, mereformasi kebijakan perbankan nasional, mendesak presiden untuk tidak bertele-tele dalam mengambil keputusan atas pelanggaran korupsi, meminta Budiono dan Sri Mulyani mundur dari jabatannya, serta mengajak masyarakat untuk terus mengawal proses hukum Century.
Setelah berorasi, para demonstran kemudian menyerahkan sepucuk surat raksasa yang berisi “Saran, usulan dan tak lupa peringatan bagi Kepolisian Republik Indonesia, yang semakin tak bersahabat dengan masyarakat”, dan diterima oleh Ipda Legowo, mewakili pihak kepolisian.
Setelah menyerahkan surat raksasa tersebut, peserta aksi melanjutkan long march ke perempatan Kantor Pos Besar, membentuk lingkaran dan berorasi, serta membakar ban bekas sebagai bentuk simbolik memusnahkan virus bangsa, serta diakhiri dengan melakukan salat ghaib bersama.
Jangan jadi musuh Menanggapi demo mahasiswa di Makassar sosiolog Imam B Prasodjo mengatakan mahasiswa, jangan sampai justru menjadi musuh rakyat. Pasalnya, dengan mengatasnamakan suara rakyat, mereka justru lebih banyak merusak fasilitas umum.
“Yang sedang terancam, komunitas akademis di Makassar,” tandasnya, seperti dikutip detikcom, kemarin. Imam menambahkan perlu ada reposisi kepemimpinan di tubuh ormas dan organisasi kemahasiswaan di Makassar untuk mengakhiri situasi tersebut.
“Mahasiswa harus segera mereposisi kepemimpinan yang didukung oleh tokoh-tokoh di Makassar,” ujarnya. Mulai dari Jusuf Kalla, Andi Mallarangeng serta beberapa tokoh nasional yang berasal dari Makassar, diharap mau untuk mendorong reposisi tersebut.
Hal ini dirasa sangat perlu karena selama ini Makassar cenderung lebih dikenal dengan aksi yang berujung tindak kekerasan. “Saya khawatir mahasiswa di situ [Makassar] akan lebih dikenal dengan unjuk rasa dengan kekerasan dibanding aktivitas akademiknya,” jelasnya.(MG Noviarizal Fernandez)
Kamis, 28 Januari 2010
Tantangan bagi Organisasi Mahasiswa
BY HMI Komisariat Fisipol UGM No comments
Kamis, 18 Juni 2009
Kepengurusan Periode 2009/20011
BY HMI Komisariat Fisipol UGM IN Kepengurusan
Kamis, 19 Juni 2008
Kepengurusan Periode 2008/2009
BY HMI Komisariat Fisipol UGM IN Kepengurusan